Twice.

Di jaman information (hoax) overload seperti sekarang ini, kita harus pandai memilah setiap berita yang sampai ke telinga atau mata kita. Jangan langsung percaya, apalagi langsung ikut menyebarkan.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memilah apakah itu fakta atau opini atau malah hanya kabar burung.

Hal kedua, dan ini yang paling penting,

Always consider the source.

Selalu pertimbangkan sumber dari informasi tersebut, pertimbangkan kenapa mereka mengatakan hal tersebut. Tidak semua yang anda lihat di internet itu betul, don’t be stupid.

Kenapa masuk sekolah mahal?

Menurut pendapat saya ada 4 alasan kenapa orang rela membayar mahal untuk biaya sekolah :

  1. Rasa aman.
  2. Guru dan lingkungan sekolah yang mendukung.
  3. Networking.
  4. Kurikulum internasional.

Dari keempat alasan diatas, networking adalah faktor paling utama untuk saya, bagaimana dengan anda?

Setahun tanpa Path.

Setahun yang lalu saya menghapus akun Path saya karena beberapa alasan dan sampai hari ini saya masih merasa baik-baik saja #lebay.

bp

Setelah saya melihat akun Path istri saya, yang entah kenapa masih dipasang, kesimpulan saya tetap sama, Path is useless. Kenapa? Karena isi dari Path sama sekali tidak ada gunanya buat saya. Saat ini Facebook jauh lebih bermanfaat untuk saya.

Untuk yang belum punya akun Path, pertimbangkanlah lagi karena isi dari Path hanya:

  • Foto selfie (Geez)
  • Status check in ( I don’t care)
  • Foto makanan ( I don’t care)
  • Foto anak ( Your kid isn’t that cute)
  • Watching dan Listening status (mostly fakes and irrelevant)
  • Meme.

I think for those reasons only, Path is still popular here in Indonesia.

 

Belanja online.

Sejak tinggal di BSD, pola belanja saya sepertinya sudah berubah. 80% belanja barang semua sekarang lewat toko online, bisa lewat website mereka langsung ataupun lewat forum. Yang terakhir ini sudah semakin saya tinggalkan karena banyak “listing sampah”.

Situs belanja online yang sering saya pakai diantaranya : Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan Lazada. Ada juga Elevenia dan Q0010, tapi tidak terlalu sering saya pergunakan.

Dua nama yang paling sering saya pakai adalah Tokopedia karena pilihan produknya memang sangat luar biasa, dari obat kecoa sampai kabel charger, dan Blibli karena gratis kirim dan bisa cicilan 0%.

Diluar 2 nama itu, saya juga sering beli tiket/ pesan hotel online, dan untuk hal ini saya selalu memakai Tiket karena prosesnya praktis, website jarang error, bisa cicilan 0% juga. User interfacenya yang bagus juga menjadi salah satu faktor saya menyukainya.

Selain Tokopedia, Blibli dan Tiket, saya juga lumayan sering menggunakan Bhinneka untuk berbelanja peripheral elektronik seperti tempered glass, mouse dan juga router.

Untuk kategori barang ” butuh nggak butuh” seperti peluru plastik buat mainan anak, earbud buat headphone dan juga bluetooth receiver saya berbelanja di Aliexpress. Harga yang ditawarkan murah sekali plus pengiriman gratis, hanya saja pengirimannya bisa sampai 2 bulan:)

Bagi saya belanja online tidak berarti harus cari yang paling murah. Saya lebih mementingkan ketersediaan barang, kenyamanan melihat opsi produk, keamanan dan kemudahan bertransaksi, dan juga kecepatan pengiriman.

Apa toko online favorit anda?

Ted 2.

Jalan ceritanya biasa saja, tapi dialog-dialognya luar biasa lucu. JIka anda tidak terlalu akrab dengan American jokes, anda mungkin akan mengalami kesulitan memahami dimana lucunya Ted 2.

Ini contoh dialog yang sukses membuat saya tertawa sampai keluar mata.

Comic: So first, we need a historical event. Who’s got an event?
Ted: 9/11!
Comic: Oh oh, okay. Okay, maybe something else. Uh, let’s start with a person.
John: Robin Williams!
Comic: Okay, alright. For real, guys, for real. Who’s got a person?
Ted: Robin Williams on 9/11!
Comic: Alright, we’ve heard from these guys, uh, let’s maybe give somebody else over here a chance. How about a location? Let’s go with a location.
Ted: The offices of Charlie Hebdo!
Comic: Okay seriously, sir, I just need a location.
John: Ferguson, Missouri!
Ted: Germanwings cockpit!
Comic: Okay, I heard Starbucks!
Ted: No you didn’t!
John: Nobody said Starbucks.
Comic: Alright, Starbucks! Okay now, who’s in the Starbucks?
Ted: Bill Cosby!

Toleransi.

Kemarin saya membaca berita bahwa toko Ace Hardware dan Informa di Lombok melarang karyawatinya untuk berjilbab. Berita ini tentu membuat heboh sebagian orang dengan sebagian agenda. Alasan HAM dan kebebasan beragama langsung menyeruak mencari posisi sorot. Pihak provokator bersorak karena mendapatkan bahan baru. Kalau saya sendiri?

Menurut saya kesalahan terletak di dua belah pihak.

Perusahaan harusnya sudah dengan tegas menyatakan di berita lowongan pekerjaan mereka bahwa atribut keagamaan tidak boleh dipakai saat sedang bekerja. Entah itu Muslim, Kristiani, Budha atau Hindhu. Hal ini harus ditegaskan pula pada saat wawancara kerja dan calon karyawan/karyawati harus menandatangani lembar persetujuan. Sebaiknya dijelaskan juga apa saja yang tercakup dalam atribut keagamaan itu. Jika pekerja baru mengetahui adanya larangan ini setelah mereka masuk bekerja, hal ini akan dengan gampang menimbulkan isu SARA.

Calon karyawan/karyawati sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melamar pekerjaan ke perusahaan yang sudah dengan tegas melarang penggunaan atribut keagamaan pada saat jam kerja. Harus diingat bahwa perusahaan tidak memaksa mereka untuk melamar kerja ke tempat mereka. Jika calon pekerja sudah tahu dari awal akan adanya larangan tersebut dan tetap memaksakan diri untuk melamar dan diterima, ya ikutilah aturan perusahaan tersebut. Jangan berusaha memaksa perusahaan untuk mengikuti kemauan mereka.

Janganlah hal ini dilihat sebagai perusahaan melanggar HAM pekerja atau sebagai serangan terhadap agama tertentu, toh dalam kasus ini perusahaan juga mengijinkan karyawan/karyawatinya untuk sholat kan?

Toleransi itu (harusnya) berlaku dua arah, bukan begitu teman?