YOLO.

Posted by on July 30, 2015

You Only Live Once, pasti anda sering atau minimal pernah dengar teman atau saudara anda mengatakan hal ini kan? Well YOLO sucks dan anda seharusnya berhati-hati akan konsep YOLO ini.

Menurut saya YOLO adalah pembenaran dari sikap irasional dan menunjukan kalau anda kurang memahami betapa besarnya tanggung jawab kita dalam hidup ini. Saya coba berikan beberapa contoh YOLO sucks dari sisi finansial ya:

  • Hutang kartu kredit belum lunas, tapi ini ada penawaran diskon 50% dan bisa dicicil. Walaupun mungkin anda tidak/belum butuh, tapi karena besarnya diskon bisa saja anda “menciptakan” kebutuhan itu sendiri. Irasional? Yes. But YOLO right?
  • Dulu bisa menikmati kendaraan umum dengan segala kekurangannya, begitu gaji naik langsung saja kendaraan umum tersebut jadi sangat menyebalkan. Kalau naik mobil sendiri kan praktis, tidak perlu menunggu taksi atau naik turun halte busway. Walaupun cicilan mobil dan biaya perawatannya mahal, anda bisa jadi lebih produktif. Lagipula YOLO right?
  • Semua orang butuh liburan, butuh break sejenak dari penatnya hidup. Jadi setiap kali ada long weekend langsung saja kita pesan tiket untuk short getaway ke Singapore, Bali atau Lombok. Apalagi kalau teman-teman sosmed kita udah mulai pasang status rencana liburan mereka. Masa bodoh deh kalau misalnya di tahun 2015 ini ada 10 long weekend yang artinya ada 10 kali pengeluaran tambahan, YOLO right?
  • Pas pertama kerja bisa menerima untuk ngekos tanpa AC. Setelah jadi manager sibuk cari kos paling bagus yang ada AC, kamar mandi dalem, kulkas, TV, Wifi dan yang harus ada parkirannya. Uang kos yang sebulan 3 juta juga bukan masalah. DP KPR? Nanti saja, YOLO right?
  • Dulu minum kopi sachetan yang dua ribuan, sekarang sebulan bisa 10 kali mampir Starbucks dan kedai kopi mahal lainnya. Sebulan bisa habis lima ratus ribuan untuk ngopi. Why not? YOLO right?
  • Tiap hari Jumat bareng si doi sibuk mencari kafe atau mal kekinian mana di Jakarta ( atau Bogor dan Bandung) yang belum didatangi. Dalam sebulan bisa habis dua jutaan. Biaya pernikahan? Nanti saja cari vendor yang bisa pakai kartu kredit. Enjoy the moment aja, YOLO right?

Anda tidak harus sependapat dengan saya dalam hal ini, lagipula YOLO right?

Tulisan bagus tentang YOLO juga bisa dibaca disini.

This article has 1 comments

  1. leonyhalim Reply

    Justru karena YOLO makanya jangan sampe bangkrut. Atau jangan2 gara2 YOLO jd pengen nyobain rasanya bangkrut? Hahahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *