Pengalaman dengan LG Service Center.

Hari Sabtu kemarin saya mengunjungi LG Service Center yang berada di Panglima Polim, Jakarta Selatan untuk memperbaiki tombol power dari Nexus 5 saya. Jika anda naik KRL, stasiun terdekat adalah Stasiun Kebayoran. Dari situ anda bisa naik Gojek yang biayanya sekitar Rp 12.000.

Saya tiba sekitar pukur 09.30, pengunjung sudah ramai sekali dan saya mendapat antrian nomer 5 dari cycle ke 2. LG Service Center membagi cycle pelanggan per 30 orang, setelah nomer 30 selesai, giliran nomer 1 dari cycle berikutnya yang akan dipanggil. Sepertinya hari Sabtu adalah hari favorit orang untuk membawa barang mereka ke service center, pastikan anda datang sepagi mungkin:)

Ada beberapa tips yang hendak saya bagikan disini:

  • Hari Sabtu adalah hari yang biasanya ramai pelanggan, jadi mekanik tidak akan melakukan service yang melibatkan solder. Kebanyakan hanya menangani firmware.
  • Mereka juga tidak melayani pembelian part pada hari Sabtu, hanya Senin – Jumat.
  • Jika anda hendak menanyakan persediaan suku cadang, anda bisa bertanya ke petugas bagian part yang bertugas disana. Jika barang yang anda tanyakan tidak ada, anda bisa melakukan double check ke mekaniknya langsung. Biasanya ada beberapa fast moving parts yang diambil langsung oleh petugas service dan menyebabkan data ketersediaan barang antara petugas part dan mekanik itu tidak sinkron. Jadi selalu double check lah dengan mekaniknya langsung.
  • Jika sudah terlalu banyak pengunjung, biasanya service ditutup 1 jam lebih awal.

Saya sendiri kemarin lumayan beruntung karena mekaniknya mau mengganti tombol power Nexus saya. Mungkin karena saya berasal dari luar provinsi:)

Mediplus yang (makin) mengecewakan.

mediplus-logo

Saya tidak habis pikir kenapa asuransi kesehatan yang dulu saya puja-puji di postingan ini bisa berubah menjadi sangat menyebalkan. Apakah ada kebijakan internal perusahaan yang menyebabkan ini terjadi? Atau hal ini memang sudah sesuai prosedur mereka dari dulu?

Kecewa pertama.

Tanggal 15 Juni 2015 saya mengantar Liam anak saya untuk periksa dokter karena batuk yang tak kunjung sembuh. Tidak ada masalah dengan dokter spesialis anak dan klaim obatnya. Masalah timbul saat istri saya mengajak Liam untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit tentang bekas luka di dagu Liam. Dari awal kami sudah memberitahukan kepada petugas Mediplus yang berjaga di RS Bethsaida, saya menanyakan apakah bisa kami berkonsultasi dengan dokter kulit rekanan Mediplus di RS Bethsaida mumpung kami masih disana. Petugas mengiyakan dan membuat surat rujukan ke dokter kulit rekanan tersebut. Setelah menunggu dokter hampir 1 jam, akhirnya bekas luka di dagu Liam diperiksa oleh dokter dan beliau mengoleskan salep anestesi karena sekitar satu jam sesudahnya bekas luka itu harus dibersihkan.

Saat satu jam hampir berakhir ketika petugas Mediplus tersebut datang dan mengatakan kalau perawatan dagu Liam ini tidak dicover karena ini termasuk tindakan kosmetik (untuk alasan keindahan)

Karena jengkelnya saya terhadap pemberitahuan yang sangat terlambat ini, saya langsung menghentikan sang dokter spesialis sebelum bertindak lebih jauh serta mengajak istri dan anak saya untuk langsung pulang. Petugas Mediplus yang ada disana tidak mengatakan apa-apa.

Imbas dari peristiwa ini adalah nama anak saya di blok oleh RS Bethsaida karena saya dianggap belum membayar tagihan. Hal ini baru saya ketahui pada tanggal 1 Maret 2016 kemarin. Setelah saya cek lagi tagihan yang dikeluarkan oleh RS, ada tagihan biaya salep dan jasa dokter spesialis. Membayar biaya salep bukan masalah bagi saya, yang saya tidak terima adalah kenapa saya harus membayar jasa konsultasi dokter spesialisnya. Bukankah petugas Mediplus sudah menyetujui tindakan kami yang akan membawa Liam ke dokter kulit? Bahkan kami sempat juga memperlihatkan bekas luka Liam ke petugas Mediplus tersebut.

mp1aHal penting yang harus anda ketahui adalah walaupun anda sudah direkomendasikan oleh dokter umum untuk berkonsultasi ke dokter spesialis rekanan Mediplus, jasa konsultasi itu tidak akan di tanggung jika tindakan selanjutnya dari dokter spesialis tersebut tidak ditanggung oleh Mediplus. Apakah hal ini ada dalam polis atau website mediplus.co.id? Tidak ada. 

Hal ini bisa dicek di polis mereka

Kecewa kedua.

Belum lama ini saya berkunjung ke RS Siloam mengantar anak saya yang sedang batuk. Ada dokter yang ingin kami kunjungi karena kami belum pernah dan kebetulan jadwal dokter itu cocok dengan waktu kami. Sesampainya disana kami tidak bisa berkonsultasi dengan dokter tersebut karena dokter tersebut membatasi pasien Mediplus.

Saya lumayan kaget dan saya bertanya ke petugas Mediplus apakah memang ada sistem kuota pasien Mediplus untuk dokter rekanan. Petugas Mediplus mengatakan hanya dokter rekanan tertentu saja yang membatasi kuota pasien.

Saya kok susah untuk percaya ya.

Kecewa ketiga.

Setelah bertemu dengan dokter anak lainnya ( pada sore harinya), akhirnya anak saya diminta untuk cek urine di lab. Proses ini berjalan lancar, menunggu 1 jam bagi kami tidak masalah. Yang jadi masalah adalah saat dokter meminta anak kami untuk USG, bagian radiologi menjadwalkan kami untuk USG pada besok malamnya. Sepertinya karena kuota radiologi untuk pasien Mediplus sudah habis untuk hari itu. What the fuck?

Kami sudah hampir seharian di rumah sakit, dan mereka mengharapkan kami untuk datang lagi keesokan harinya. Setelah sedikit berdebat akhirnya bagian Radiologi bersedia untuk melakukan USG pada hari itu juga. Hasilnya keluar 3 jam kemudian. Again, what the fuck?

Yang saya rasakah adalah saat ini Mediplus mengalami penurunan kualitas eksekusi dan produk.

Pesan saya untuk Mediplus, jangan mengubah (mengurangi) produk yang sudah OK karena kalian misalnya mengalami kerugian di tahun sebelumnya. Jangan berikan kami alasan untuk berhenti berlangganan Mediplus.

Investasi yang baik.

20150614_064929Apakah anda setuju kalau berinvestasi di properti adalah pilihan investasi yang paling tepat karena kecilnya resiko dan tingginya hasil timbal baliknya? Apakah anda ingin berinvestasi properti? Saya setuju tetapi saya tidak ingin berinvestasi properti. Kenapa? Alasannya personal saja.

Pengembang selalu meniupkan kredo bahwa
investasi properti adalah investasi yang tidak mungkin rugi karena harga tanah selalu naik, dan jarang sekali atau hampir tidak ada harga tanah/rumah yang akan turun setelah beberapa tahun. Dan tiupan kredo tersebut akan semakin kencang saat hari Sabtu dan Minggu saat ribuan orang sedang mencari iklan properti di koran ataupun internet.

Akhir kata terbentuklah sugesti di kepala kita semua bahwa investasi properti tidak akan pernah rugi.

Pengembang meluncurkan produk (brosur) baru dilokasi “favorit”, orang akan bergegas untuk membelinya karena takut ketinggalan “investasi bagus”, harga melambung, investor senang, harga properti tiap tahun naik karena terbukti laku.

Sementara di sisi lain ribuan orang lainnya hanya bisa ikut meratapi makin sulitnya membeli rumah pertama mereka karena lambungan harga properti yang salah satunya disebabkan oleh para spekulan laba tersebut.

Di daerah saya tinggal, Serpong, saya melihat masih banyak ruko dan rumah yang masih kosong (misalnya Gading Serpong) Saya percaya bahwa ruko/rumah itu pasti sudah ada pemiliknya, hanya saja para pemilik tersebut memilih untuk mendiamkannya sampai ada calon pembeli atau penyewa yang datang. Tentu saja dengan pemikiran bahwa investasi mereka akan kembali berlipat-lipat.

This kind of thing is bad for the economy. Banyak duit nganggur istilahnya.

Menurut saya alangkah baiknya (untuk negara dan masyarakat) jika investor properti tersebut menanamkan uangnya kedalam sektor riil seperti misalnya membuka usaha / berbisnis yang tentu bisa menghidupi lebih banyak orang. Multiplier effect dari investasi tersebut akan membantu menggerakan perekonomian.

Jika anda mencari keuntungan finansial tentu saja properti masih merupakan instrumen investasi yang bagus. Tapi tentu saja hidup tidak hanya soal uang kan?

Working space di Aeon BSD.

jjTempat favorit saya untuk bekerja di Mal Aeon BSD adalah Java Jazz Coffee. Wifi lumayan kencang dan stabil, ada beberapa spot colokan, non smoking area dan pretty decent coffee,

Selain Java Jazz, Wifi gratis juga ada di Liberica dan Papa Jack, sayangnya kualitas wifinya kurang ok:).

Jika anda tidak mau masuk ke kafe, anda juga bisa bekerja di area food court di lantai dasar ( Aeon Food Court) atau di lantai paling atas ( Food Carnival). Untuk wifi, anda bisa memakai akses dari wifi.id.  Dengan biaya lima ribu anda dapat 12 jam akses internet. Tidak terlalu kencang, hanya saja cukuplah untuk membalas email atau cek Facebook:)

Beli domain.

Tahun 2013 lalu saya pernah mencoba untuk membeli domain kartunama.com, hanya saja harga yang ditawarkan masih super premium.

Mendekati akhir tahun 2015 kemarin sang pemilik domain menghubungi saya kembali untuk menawarkan domain ini lagi, tentu harganya sudah tidak setinggi tahun 2013 kemarin. Gayung bersambut, kita bertransaksi lewat Godaddy. Sangat simpel dan cepat, sang pemilik domain juga sangat kooperatif dan percaya kepada saya untuk pembayaran yang berselang 2-3 jam.

Walaupun domain kartunama.com ini tidak akan saya pakai untuk menggantikan kartunama.net, tapi saya beranggapan kalau pembelian domain .com ini akan diperlukan untuk mengurangi persaingan potensial di kemudian hari:)

 

Bermalam di rumah sakit.

Baru-baru ini saya menemani adik saya dan istrinya menjalani perawatan (opname) akibat serangan jantung pertama. Selama 2 malam pertama kami menghabiskan malam dengan tidur di rumah sakit. Bukan di dalam kamar dimana adik saya dirawat, tapi di ruang tunggu yang berisikan beberapa sofa yang bisa dijadikan sofa bed. Kami berbagi dengan beberapa penunggu pasien lainnya.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa anda pakai jika dikemudian hari anda harus bermalam untuk menemani pasien menginap.

  • Bawa tikar, bantal dan selimut.
  • Bawa colokan listrik, bisa dalam bentuk T atau gulungan kabel sekalian. Biasanya colokan listrik di RS terbatas, dan banyak sekali yang membutuhkan.
  • Selalu stok air putih dalam jumlah banyak.
  • Berkawan dan berbagilah cerita (makanan) dengan sesama penunggu pasien lainnya. Anda bisa mendapatkan info berharga tentang rumah sakit dari sini, untuk saling menguatkan atau hanya sekedar untuk saling menjagakan barang bawaan.
  • Jangan telat atau lupa makan.

Anda punya tips untuk menghabiskan malam di rumah sakit?