Rumah atau apartemen?

Saya memilih rumah. Ada beberapa alasan kenapa saya kurang cocok dengan apartemen:

  • Sumpek. Sirkulasi udara dan sinar matahari yang terbatas (kalau penthouse mungkin beda ya)
  • Parkiran terbatas dan sering kali masing-masing penghuni sering punya lebih dari 1 mobil. Ada teman yang sampai enggan kemana mana kalau sudah di apartemen karena takut susah dapat parkir pas pulang.
  • Malas tunggu lift. Terlebih pas jam berangkat kerja dan ada lift yang rusak.
  • Service charge, biaya listrik dan air yang lebih mahal.
  • Tetanggga yang berisik atau “gak jelas” asal usulnya. Possible drug lord 🙂
  • Asap dari dapur tetangga.
  • Tergantung ke pengelola apartemen untuk keluhan dasar seperti air atau listrik mati, bocor/rembesan dll.
  • Nilai investasi tidak sebagus rumah dan susah untuk dijual lagi.

Untuk yang lebih suka apartemen, kenapa?

A noble change.

Hari ini adalah hari pertama Mimi menjadi stay at home mom setelah 11 tahun berkarir. Bukan keputusan yang mudah, bukan juga keputusan yang dipaksakan. We want Liam to have a good start in life by having his mom around, and for Mimi becoming stay at home mom is the next logical choice.

Thanks wifey, you made this lot easier for me and Liam.

Berhenti merokok.

Saya lumayan lama menjadi perokok. Mulai dari kuliah tahun ke 3 kalau gak salah. Bukan perokok berat, sebungkus rokok habis dalam 2-3 hari. Merek favorit saya Djarum Super. Kadang Djie Sam Soe atau Gudang Garam Filter.
Saya memutuskan untuk berhenti merokok sejak akhir Januari 2011. I just quit, tanpa terapi, tanpa operasi dan tanpa obat obatan. Kenapa saya berhenti merokok?

  • Tidak ingin anak dan istri terkena asap rokok.
  • Tidak ingin menjadi alasan untuk Liam merokok.
  • Tidak ingin menyusahkan mereka jika saya mengidap penyakit kronis karena rokok.
  • Ingin hidup lebih lama untuk mendampingi istri membesarkan Liam.

So tell me, is smoking worth your family?

Berbisnis.

Berdasar pengalaman sejauh ini, ada beberapa hal yang membantu saya berbisnis.

  • Survival. Bisnis jalan atau kamu (dan anak istri) gak makan. Kalau kita dalam tahap ini, biasanya otak akan mikirin segala cara untuk dapetin duit. Proses pengambilan keputusan dan tindakan akan lebih cepat. Rasa malu akan hilang. Pilihannya malu atau gak makan. Gak akan ada tindakan tolol dalam stage ini, yang tolol adalah jika kita tidak melakukan tindakan karena gengsi. Survival stage ini adalah privilege. Gak semua orang bisa dapet, apalagi kalau masih ngantor:)
  • Cut cost. Kalau (dan biasanya) duit terbatas, kita harus pilah antara keinginan dan kebutuhan. Butuh laptop, tapi gak harus MacBook Pro retina display kan? Butuh kartu nama, tapi gak harus yang mahal dengan finishing macem macem kan? Butuh SDM berkualitas, tapi gak harus sewa rockstar dan ninja kan? Intinya setiap duit yang kita keluarkan harus menghasilkan semaksimal mungkin. Forget fancy stuffs, buy stuffs you need. Membangun bisnis adalah proses yang lama, jangan sampai kehabisan uang saat anda bener bener butuh.
  • Cash only. Sebisa mungkin hindari term of payment. Jaman sekarang menagih pembayaran itu jauh lebih susah daripada jualan. Lebih susah cari orang yang mau bayar tunai (atau bayar dulu) daripada cari pembeli. Jadi kalau ada perusahaan besar hendak jadi pelangganmu tapi dengan term pembayaran, jangan langsung disetujuin begitu aja. Kecuali kamu mau menjadikan mereka sebagai portfolio di websitemu, cash only is the golden rule. Cash is the king!
  • Networking. Ini memang klise banget, tapi lumayan bermanfaat. Sometimes people need to see the man behind the gun. Kalau orang pernah ketemu kita secara langsung, mereka akan lebih percaya untuk berbisnis dengan kita. Kita juga bisa mendapat lead, saran atau kritik untuk bisnis kita.
  • Pivot ASAP. Startupmu tidak menghasilkan? Tutup saja dan ganti bisnis. Tidak ada gunanya dipertahankan kalau hanya demi gengsi. Gengsi tidak bisa bayar tagihan:)

Kalau ada tambahan monggo dishare ya.

While it lasts.

Kadang suka sedikit kesel (dalam hati) pas pulang kerja dan ga bisa langsung nyantai. Liam selalu minta saya main Asphalt 6, Asphalt 7 atau game lainnya. Pas sedang nonton TV pun dia sering dengan sengaja menghalangi TV dan bilang” Lihat Liam aja pah” dan kemudian dia berjoget dengan gaya koreografinya sendiri. Selalu lucu walau kadang saya cuman pingin rebahan badan dan istirahat sebentar. Then I stumbled across this poem:

I won’t always cry ‘mommy’ when you leave the room,

and my supermarket tantrums will end too soon.

I won’t always wake daddy,for cuddles through the night,

and one day you’ll miss having a chocolate face to wipe.

You won’t always wake to find my foot kicking you out of bed,

or find me sideways on your pillow where you want to lay your head.

You won’t always have to carry me in asleep from the car,

or piggy back me down the road when my legs can’t walk that far.

So cherish every cuddle, remember them all.

Because one day, mommy, I won’t be this small”

I dont know who wrote this, but suddenly I realize that those constant nagging and requests won’t last forever. I should enjoy while it lasts.