Netflix atau Hooq? (Updated)

Sekarang sudah bukan jamannya lagi membeli DVD ataupun download Torrent. Sekarang adalah jamannya berlangganan akses menonton film. Sejauh ini ada 2 aplikasi streaming movie yang terpasang di hape saya, Netflix dan Hooq. Walaupun bagi saya Netflix masih menjadi pilihan utama, ada juga beberapa selling point dari Hooq yang saya suka.

Kenapa Netflix?

  1. Jarang /hampir tidak pernah freeze. Hooq masih sering terlalu freeze.
  2. Kualitas content masih lebih Netflix, terutama untuk Netflix original productions ( Seperti Narcos, Orange is The New Black, Master of Noone dll). Kualitas mereka bagus sekali.
  3. Better subtitle. Walaupun subtitle Netflix masih semuanya berbahasa Inggris, tapi sangat akurat, dan sangat membantu untuk mengasah lagi kemampuan berbahasa Inggris saya yang sudah mulai berkarat.

Kenapa Hooq?

  1. Bisa offline mode, jadi kita bisa simpan sampai maksimal 5 film di hape kita. Itu bisa kita buka tanpa harus ada akses internet.
  2. Ada beberapa film Indonesia, jaman sekarang dan jaman dulu. Walaupun tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah untuk mengobati kangen pada artis seperti Benyamin, Warkop DKI dan Eva Arnaz:)
  3. Biaya berlangganan Hooq (Rp 49.000) perbulan jauh lebih murah daripada Neflix (Rp 139.000)

Anda punya pilihan lain yang bisa saya coba?

 

Update:

Per 20 Juni 2016 saya memutuskan untuk mencoba Iflix dan berhenti berlangganan Netflix. Alasan utamanya adalah karena harga yang jauh lebih murah dari Netflix ( Rp 39.000 berbanding Rp 139.00) dan juga banyak film/serial yang saya suka di Iflix dan tidak tersedia di Netflix)

Update

Per Oktober 2016, resmi balik ke Netflix. Aplikasi iFlix bermasalah dan makin banyak serial keren di Netflix:)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *