Pengalaman dengan MyRepublic.

ss

Setelah 25 purnama bertempat tinggal di BSD, akhirnya tanggal 7 Agustus 2015 kemarin terpasang juga akses internet di rumah. Selama 23 bulan ke belakang saya hanya mengandalkan provider GSM dan CDMA untuk akses internet yang haru biru kisahnya bisa dibaca disini.

ISP yang saya gunakan adalah MyRepublic. Ada beberapa alasan kenapa saya memutuskan untuk berlangganan MyRepublic:

  1. Kami sekeluarga membutuhkan internet tanpa bagus kuota dengan kualitas yang bagus.
  2. MyRepublic adalah satu-satunya ISP berbasis kabel optik FTTH ( Fiber To The Home) yang tersedia di komplek perumahan saya. Secara teori kabel optik ini bisa menghantarkan kecepatan hingga 1 Gbps, jauh lebih cepat dibandingkan dengan kabel tembaga biasa (coax)
  3. Harga yang ditawarkan sangat menarik, bahkan jika dibandingkan dengan penyedia FTTH lainnya seperti First Media atau MNC Play. Biaya bulanan untuk akses internet (up to) 100 Mbps yang saya pilih di MyRepublic adalah Rp 299,000, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan First Media atau MNC Play yang mencapai dua jutaan lebih.

Ini baru hari ketiga saya berlangganan, belum banyak pengalaman dengan MyRepublic yang bisa saya tulis, hanya ada beberapa tips yang bisa saya bagikan sekarang ini:

  • Jangan berharap bahwa kecepatan internet yang kita dapat akan sesuai dengan brosur. Jadi jika misalnya anda berlangganan paket internet 100Mbps, jangan berharap kecepatan yang anda dapat akan 100Mbps juga. Banyak sekali faktor yang akan mempengaruhi kecepatan akses anda seperti router yang anda gunakan, banyaknya perangkat yang terhubung dengan internet di rumah anda, usia laptop/tablet atau hape anda juga mempengaruhi kecepatan akses internet yang anda terima.
  • Kecepatan internet maksimal jika anda menggunakannya sebagai Wifi juga akan berbeda dengan jika anda menyambungkan langsung kabel dari Router ke laptop anda. Dua gambar dibawah ini akan menunjukan perbandingannya. Gambar pertama adalah kecepatan jika menggunakan Wifi, sedangkan gambar kedua adalah jika digunakan langsung dari router ke laptop, lumayan kan bedanya?:) wifi                                                                                                                                          direct

Sementara baru ini yang bisa saya bagikan, postingan ini akan saya perbarui jika ada lagi informasi menarik lainnya, semoga hanya kabar baik yang akan saya bagikan nantinya:)

Anda punya pengalaman berinternet dengan MyRepublic?

Update ( 1 September 2015)

  • Internetnya belum ada masalah sejauh ini, TV nya yang bermasalah. Ada 1 channel ( Star World HD, channel 81) yang blank dari awal pemasangan sampai sekarang ( 3 minggu) Sudah 2 kali teknisi datang ke rumah, belum ada solusinya. Teknisi bilang bukan saya saja yang mengalami hal seperti ini, dan sudah banyak keluhan juga mengenai TV My Republic ini.

Update  ( 15 Oktober 2015)

  • Saya memutuskan untuk berhenti berlangganan TV MyRepublic. Terlalu sering gangguan.

Update ( 25 Oktober 2015)

  • Sejak kemarin koneksi internet di rumah saya terputus. Sepertinya ada masalah dengan IP atau DNS. Internet tetangga saya semuanya lancar-lancar saja. Sudah telpon 2 kali ke CS Myrepublic, sudah dijadwalkan teknisi untuk cek ke rumah. Semoga ga kelamaan deh.

Update (17 Desember 2016)

  • Mulai Januari 2017 akan ada biaya berlangganan Router Fibernya, Rp 30,000 sebulan. Tidak terlalu mahal, cuman sedikit menyebalkan.

Update ( 30 April 2017)

  • Per Mei 2017 harga paket naik Rp 30.000 untuk pelanggan lama, kompensasinya adalah speed internet dinaikan jadi 2 kali lipat. Untuk saya, dari 100 Mbps menjadi 200 Mbps.

455 thoughts on “Pengalaman dengan MyRepublic.”

  1. Saya sungguh kecewa dengan pelayanan My Republic terlebih cs nya yang jawabanya seperti robot dan tidak memberikan solusi
    Untuk gangguan signal saja 7 x 24 jam tidak cukup untuk menyelesaikan masalah, sampai saya tulis comment ini, wifi juga belum ada signal
    Saya sudah contact no telp tehnisi yg saya dapt di google 0813-1525-1033 dengan Pak Yoyon juga tidak ada solusi
    Nyesel bagt pasang wifi ini

  2. Selama berlangganan 1 setengah tahun dari Oktober 2015 sampai dengan April 2016, jujur saya cukup kecewa dengan pelayanan MyRepublic. Kecepatan internetnya memang luar biasa tinggi, tapi ternyata ada banyak juga kekurangannya, diantaranya internet sering ada gangguan teknis, tv kabel juga demikian. Saya tidak pernah meminta upgrade tapi jumlah tagihan per bulan perlahan naik terus, saat itu saya minta kecepatan paling rendah dengan fasilitas 2 tv kabel di ruang tamu dan di kamar, total tagihan 390rb per bulan. Kemudian naik terus bertahap sampai total tagihan per bulan mencapai 503rb per bulan. Karena saya sudah tidak punya dana saya memutuskan untuk berhenti berlangganan. Setelah berhenti berlanggan, 2 bulan kemudian ditelepon ada penawaran baru. Karena saya sudah beralih ke provider yang lain, saya tetap berpegang tegung untuk berhenti. Yang parahnya, saya baru tau mengenai pengambilan perangkat dikenakan denda sebesar 100rb per bulan (+ppn) jika telah berlangganan lebih dari 1 tahun atau antar langsung ke alamat MyRepublic terdekat. Nah rumah saya jauh dari lokasi kantor MyRepublic, jika diantar ke BSD cukup jauh dan angkotnya agak susah ke sana, apalagi ke Menteng. Lokasinya gak ada yang strategis, lagipula saya seorang pedestrian, bukan seorang pengendara bermotor. Jadi saya harus mengandalkan angkot/bus/kereta untuk bepergian. Kenapa kita yang harus direpotkan? Dan kenapa pula kita harus BAYAR pengambilan perangkat? Selama saya berhenti berlangganan di provider yang lain mereka tidak pernah memaksa membayar denda untuk pengambilan perangkat atau malah mengantar langsung. Apa-apaan MyRepublic…! Seenaknya aja buat peraturan. Semenatara saya biarkan saja perangkatnya ada di rumah karena memang saya bukan pengendara bermotor atau bermobil. Sampai waktunya tiba mungkin saya akan terpaksa membayar atau mengembalikan perangkat langsung ke tempat. Saran saya sih simpel aja, jika kita memang sudah berhenti berlangganan maka memang sudah seharusnya perangkat yang kita pinjam diambil kembali tanpa dikenakan BIAYA sepeser pun. Bukannya dipaksa untuk membayar denda untuk pengambilan perangkat atau pelanggan harus mengantarkan langsung ke kantor.

    1. Ralat:
      dari Oktober 2015 sampai dengan April 2016

      yang benar:
      dari Oktober 2016 sampai dengan April 2018.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *