Musik dari awan.

Posted by on August 19, 2014

Saya adalah penikmat musik. Saya mendengarkan musik saat sedang di mobil, bus, kereta, pesawat ataupun saat sedang berolahraga. Saya mendengarkan musik sepanjang hari di kantor, saat bangun tidur, saat hendak tidur ataupun kadang saat di kamar mandi. Saya tidak pernah terpisah terlalu lama dengan musik.

Sejak kecil saya terbiasa mendengar lagu yang diputar oleh ayah saya. Dari Broery, Bimbo, Ebiet G Ade, Bee Gees sampai Andy Williams. Album pertama yang saya beli adalah Use Your Illusions I dan II dan sejak saat itu sampai SMA saya lumayan rajin membeli kaset. Beberapa kaset yang saya ingat diantaranya NKOTB, Tommy Page, Heart, Wilson Phillips, White Lion dan Firehouse. Beranjak kuliah, saya mendengarkan musik dari CD bajakan karena harga CD original sangat mahal untuk ukuran anak kuliah. Pada tahun 98 saya berkenalan dengan MP3 dan mulailah saya mengumpulkan MP3 dari lagu-lagu yang saya sukai dan memutarnya setiap hari di PC saya, sampai tahun 2001 saat Apple meluncurkan iTunes dan iPod:)

iPod dan iTunes membuat kebiasaan saya mendengarkan musik berubah dengan drastis. Saya memindahkan semua file MP3 saya ke iTunes dan mendengarkannya di iPod saya. Kombinasi iTunes, iPod dan website file sharing seperti 4shared mencukupi kebutuhan saya untuk mendengarkan musik. Selama bertahun-tahun saya merasa nyaman dengan kombinasi ini sampai pada tahun 2013 saat saya memutuskan berlangganan Deezer.

Deezer adalah layanan music streaming dari Perancis yang memungkinkan kita untuk memilih dan mendengarkan lagu dari koleksi lagu yang mereka miliki. Saat kita terhubung dengan internet, kita bisa mendengarkan lagu-lagu tersebut secara langsung di perangkat kita (streaming). Deezer juga bisa menyimpan lagu-lagu tersebut dan memutarnya walaupun kita tidak terhubung dengan internet (sync). Dengan biaya berlangganan $7 perbulan, saya bisa memilih, mengunduh dan mendengarkan lagu dari koleksi mereka yang diklaim memiliki lebih dari 3 juta lagu. Kualitas MP3 nya pun lumayan bagus, dengan bit rate minimal 128kbps ( Deezer mengklaim kalau bit rate mereka bisa mencapai 320kbps, tapi saya kurang percaya)

Deezer adalah layanan mendengarkan musik yang sangat menyenangkan dan ekonomis buat saya. Hanya dengan $7 perbulan, saya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk beli CD original yang harganya bisa puluhan atau ratusan ribu, atau mengeluarkan $1 hanya untuk membeli 1 lagu. Saya pun bisa dengan gampang memilih lagu yang akan saya simpan di laptop atau hp saya. Tidak ada lagi kebingungan memilih file MP3 (ilegal) yang belum tentu kualitasnya bagus. Katalog lagunya pun lumayan banyak dan update, sampai kadang saya bingung mau mengunduh lagu apa:)

Begitu sukanya saya dengan aplikasi ini sampai sering saya promosikan (gratis) ke teman-teman saya. Walaupun kadang ada beberapa glitch, Deezer adalah aplikasi yang harus ada di hp saya. Sampai saya menemukan Rdio.

Rdio adalah aplikasi streaming musik sejenis Deezer. Bagi saya tidak ada perbedaan mencolok antara Deezer dan Rdio dalam katalog lagu atau pun kualitasnya. Yang membuat saya beralih ke Rdio adalah harganya. Dengan biaya langganan hanya Rp 20.000 per bulan, aplikasi ini tidak mungkin saya tolak. Terlebih lagi ada skema potongan harga jika dalam 1 akun berisi lebih dari 1 pemakai. Saya berlangganan untuk 3 orang dengan biaya total Rp 48.000/bulan, cukup murah kan?

 

Jika anda masih mengandalkan 4shared atau CD ilegal, mungkin aplikasi streaming musik seperti ini bisa anda pertimbangkan lagi. Atau anda punya pertimbangan lain?

Upgrade akun anda dari desktop/website Rdio. Jika anda upgrade dari apps, besar kemungkinan anda akan dikenakan biaya Rp 169.000/perbulan. Jika IP anda berasal dari luar Indonesia, besar kemungkinan harganya pun bukan Rp 20.000/bulan. Sepertinya harga ini adalah harga khusus untuk pasar Indonesia.

 

This article has 4 comments

    1. Agus Reply

      gw juga ngrasa rada jelek iconnya, ternyata ngaruh ya pada keputusan pembelian:)

  1. Andra Yogi Reply

    Saya sekarang masih setia sama Deezer, harganya pun sampai beberapa bulan ke depan dapat harga promosi yang cuma $2an/bulan dari yang seharusnya $7/bulan untuk streaming via desktop & mobile.

    Alasan masih setia dengan Deezer karena katalog lagunya yang menurut saya lebih komplit dibanding Rdio (at least itu yang saya lihat beberapa bulan lalu). Selain itu sejak ada aplikasi Deezer di Mac semakin bikin enggan ninggalin Deezer.

    1. Agus Reply

      Sebelum pindah total ke Rdio, saya ikut trialnya dulu selama 10 hari. Eh ternyata semua lagu di Deezer saya ada di Rdio. Mungkin karena selera musik saya mainstream, jadinya semua lagu ada deh haha. Btw, sudah ada beberapa album The Beatles ada di Rdio. Dulu di Deezer juga ada sih, cuman hanya ada album2 yang gak terlalu populer:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *