Lebih bahagia dengan sedikit pilihan.

Posted by on November 19, 2013

Orang bijak berkata ” dalam hidup ini kita selalu bisa memilih” dan ” kita harus berani menanggung setiap konsekuensi dari pilihan kita ”. Semua yang dikatakan (dan dibukukan) itu benar. Sebenar-benarnya.

” Tapi orang bijak belum tentu bahagia ”

Menurut saya kita akan semakin bahagia jika tidak terlalu banyak pilihan yang harus kita ambil. Tanpa kita sadari, memilih itu menghabiskan energi dan waktu. Sebagai contoh saja, ini ada beberapa keputusan yang harus kita tentukan setelah bangun pagi sebelum ke kantor.

  • Mau ke kantor atau tidak.
  • Mau mandi atau tidak.
  • Bawa HP atau koran ke kamar mandi.
  • Mau sarapan atau tidak dan mau sarapan apa.
  • Mau pakai baju, celana, kaos kaki, sepatu, parfum dan tas yang mana.
  • Mau naik apa ke kantor dan lewat mana.

Semua pilihan itu baru sejam pertama sejak kita bangun pagi, bisa dibayangkan berapa ratus keputusan yang harus kita ambil dalam sehari? Berapa energi dan waktu yang kita habiskan? Sempatkah kita untuk merasa bahagia?

Mengambil keputusan adalah proses yang melelahkan otak (decision fatique) dan saya memutuskan untuk mengurangi decision fatique ini dengan cara bekerja dari rumah dan berlangganan katering harian. 2 hal ini saja rasanya sudah lumayan meringankan otak (dan hidup) saya. Saya juga selalu mengambil keputusan penting sepagi mungkin dan dalam keadaan perut terisi.

Apa yang sudah kamu pilih untuk untuk membuat hidupmu lebih simple dan bahagia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *