Laptop.

Posted by on July 1, 2015

vaioLaptop (dan akses internet) adalah senjata utama saya untuk bekerja mencari nafkah. Keduanya adalah “kantor” saya, tempat saya berkomunikasi dengan klien dan tim setiap harinya. Karena artinya yang begitu penting, saya memerlukan laptop yang handal, ringan, keypad yang empuk serta baterei yang bisa bertahan lama. Karena saya akrab dengan Windows dan karena saya tidak tega ( atau tidak cukup keren) untuk beli laptop keluaran Apple, maka saya memilih Sony Vaio seri S ini.

Vaio ini sudah hampir 3 tahun menemani saya. Pernah jatuh, sering kepentok dan pernah terguyur kopi panas juga di McD. Kalau ada orang yang berpendapat bahwa laptop Vaio gampang rusak, mungkin mereka bertemu dengan Vaio yang salah:)

Semuanya berjalan dengan baik sampai awal tahun ini dimana saya merasa laptop saya ini sudah melambat responnya, sudah sering muncul lingkaran “loading” dan juga waktu powered on dan shut down yang bisa lebih dari 2 menit. Sebetulnya hal ini bukan masalah besar buat saya, hanya saja saya berpikir kalau laptop ini bisa lebih gesit seperti semula, tentu akan lebih cepat bagi saya untuk melayani pelanggan.

Ada 2 opsi yang kemudian muncul, ganti laptop baru atau perbaiki laptop lama. Saya memilih untuk memperbaiki laptop lama karena biayanya lebih ekonomis dan juga karena Vaio ini sebetulnya masih bisa dipakai. Harga laptop baru dengan spek yang saya inginkan bisa mencapai sekitar 10-12 jutaan, sayang sekali rasanya.

Karena yang saya butuhkan hanya agar laptop saya kembali responsif, hanya ada 2 hal yang perlu saya lakukan, yaitu mengganti HDD menjadi SSD dan membersihkan jeroan laptop. Untuk SSD, saya membeli merek Adata karena merek ini paling murah dan ada beberapa review di Bhinneka.com yang puas dengan performa SSD ini.

ssd

Saya memilih kapasitas 128GB karena saya hanya memerlukan sekitar 40GB storage karena semua file sudah saya simpan di Dropbox dan Google Drive. Saya hanya sync file yang saya perlukan sehari-hari saja untuk keperluan kantor. Terus terang saya lebih mempercayai layanan cloud storage mereka dibandingkan dengan storage fisik seperti flashdisk atau external HD yang bisa rusak sewaktu-waktu.

Setelah ganti SSD, saya bongkar laptop saya untuk membersihkan kerak di CPU, menyikat thermal paste dan membersihkan kipas pendingin laptop. CD Rom juga saya copot sekalian karena saya tidak pernah memakainya, lumayan karena jadi tidak ada lagi komponen bergerak di dalam Vaio saya, serta mengurangi berat beberapa gram:)

lpt

Setelah semuanya selesai, laptop saya jadi kembali seperti baru. Performanya sangat cepat, tidak berisik dan daya tahan baterei jadi lebih lama ( kurang lebih 4 jam dengan WIFI selalu menyala)

Total biaya yang saya keluarkan Rp 900.000.

Anda punya rencana untuk mengganti laptop anda yang sudah lambat kinerjanya? Pertimbangkan lagi ya:)

Note: Ini bukan posting berbayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *