Kerja keras saja tidak cukup.

dreams

Sepuluh tahun lalu saya memutuskan untuk berhenti berkarier sebagai karyawan profesional. Gaji yang lumayan, fasilitas mobil kantor dan jalan-jalan ke luar negeri tiap bulan tidak mampu menghalangi langkah saya untuk berhenti menjadi karyawan dan memulai bisnis saya sendiri. Bayangan akan kesuksesan bisnis dan gengsi yang mengiringinya membuai saya yang masih lugu, sampai pada akhirnya hidup menampar saya.

Sekarang saya memang belum jadi konglomerat, tapi bisnis saya sudah menghasilkan aliran uang yang memungkinkan saya memiliki rumah dan mobil, serta membiayai sekolah anak saya. Saya bisa mengantar-jemput anak ke sekolah, sarapan bersama istri, berkebun dan berkantor dari rumah setiap harinya tanpa harus mengalami stres akibat macet.

Saya bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan untuk segala berkat yang saya terima ini.

Walaupun menjadi pebisnis itu menyenangkan tetap saja ada hal-hal yang harus anda pikirkan (lagi dan lagi) sebelum anda memutuskan untuk berhenti dari kantor dan mulai berwiraswasta.

Siapkah mental anda menghadapi tekanan?

Sebagai karyawan saya tidak pernah merasakan tekanan seperti apa yang dialami pebisnis. Sebagai karyawan saya hanya perlu memikirkan bagaimana cara mencapai target. Sebagai pebisnis saya harus memikirkan nasib karyawan saya dan keluarganya dalam setiap keputusan bisnis yang saya ambil.

Sebagai karyawan saya tidak pernah mengalami ketakutan finansial karena setiap akhir bulan dana di rekening saya pasti bertambah. Sebagai pebisnis saya harus memastikan bahwa gaji karyawan, biaya operasional kantor dan tagihan supplier harus selalu terbayarkan tepat waktu.

Berbisnis adalah hal yang sangat menguras emosi, energi dan waktu. Tekanan bisnis bisa membuat orang dewasa menangis seperti anak kecil. Seberapa kuatkah anda menghadapi tekanan?

Siapkah tubuh anda menghadapi tekanan?

Saat menjadi karyawan, saya selalu membayangkan enaknya kalau punya bisnis sendiri. Saya tidak harus bangun pagi 5 hari dalam seminggu dan bermacet-macetan menuju kantor. Betapa enak dan kerennya bisa bekerja dimana saja dan kapan saja tanpa harus terikat pada kantor dan jam kantor. Well, sayangnya hal ini tidak akan terjadi saat anda baru mulai bisnis anda. Anda tidak akan memiliki waktu (dan budget) untuk melakukan hal itu terus-menerus:)

Saat awal memulai bisnis banyak sekali hal yang harus saya urus. Saya mulai bekerja sejak jam 7 pagi dan baru selesai sekitar jam 9-10 malam. Hari Sabtu dan Minggu pun ada yang selalu harus saya lakukan sendiri karena saya harus berhemat. Saat saya terbangun tengah malam (ini sering kali terjadi), pikiran saya akan mulai memikirkan bisnis dan menyebabkan saya susah untuk kembali tidur.

Memulai bisnis sendiri memerlukan daya tahan tubuh yang sempurna, jagalah kondisi tubuh anda sebaik-baiknya.

Apakah anda sudah berkeluarga?

Jika anda adalah sumber utama penghasilan keluarga, sebaiknya anda memikirkan ulang (dan ulang) akan keinginan anda berhenti jadi karyawan dan menjadi pebisnis. Pertaruhannya terlalu besar dan tidak semua orang memiliki kekuatan dan kesempatan untuk bangkit dari kegagalan bisnis.

Jika anda memutuskan untuk mengabaikan hal ini, anda harus memberikan gambaran kepada keluarga tentang bisnis yang anda sedang coba rintis ini. Berikan pengertian kepada mereka bahwa jalan kedepannya nanti mungkin tak selalu mulus. Ingat, dukungan keluarga adalah sumber semangat nomer satu. Mereka akan selalu mencintai anda apapun hasil usaha anda nantinya.

Sudah punya dana untuk hidup setahun?

Bisnis butuh waktu untuk menghasilkan uang, sedangkan tagihan bulanan terus datang. Anda harus memastikan anda punya dana simpanan untuk membiayai hidup anda (dan keluarga) saat anda memutuskan berhenti bekerja kantoran.

Membangun bisnis sendiri memerlukan biaya besar, uang cenderung mengalir keluar seperti air. Sebagai ilustrasi, jika anda butuh 50 juta rupiah untuk memulai bisnis, minimal anda harus punya 150 juta di tabungan anda. 50 juta untuk memulai, dan 100 jutanya untuk mempertahankan bisnis dan hidup anda. Ini adalah hitungan sederhana saya, dan bisa berbeda untuk setiap orang. Pendek kata, anda harus bisa memastikan bahwa anda bisa makan dan membayar tagihan hidup anda tanpa bergantung pada bisnis yang baru dirintis.

Seberapa sukseskah sukses itu?

Saya pernah membaca bahwa dalam hidup ini kita hanya bisa memilih 2 dari 3 hal berikut : uang, waktu dan kesehatan. Saya setuju dan saat ini saya memilih waktu dan kesehatan. Walaupun secara finansial saya belum bisa disebut kaya raya, tapi saya merasa apa yang saya punya ini sudah cukup.

Saat semua kebutuhan hidup (bukan gaya hidup) keluarga terpenuhi dan sebagian besar waktu terluangkan untuk keluarga, itulah arti kesuksesan bagi saya. Apa arti sukses untuk anda?

Anda boleh bermimpi untuk membawa bisnis anda setinggi mungkin, tapi ingatlah juga bahwa harga yang harus anda bayar akan semakin mahal.

Inspirasi

3 thoughts on “Kerja keras saja tidak cukup.

  1. Ah, artikel ini pas sekali dengan kegalauan saya mas. Berasa diguyur hujan semalam suntuk :’)

    Sekarang saya juga sedang merintis usaha, (tepatnya berbagai usaha) mulau dari affiliate marketing (mempromosikan produk dan dapet komisi), bangun web di Plaza Bisnis hingga visitor tinggi hingga akhirnya ada yang mau ngiklan, jasa EO, dan banyak lagi. Tapi sayangnya ndak fokus, dan dilakukan sambil kerja karna ndak ada tabungan.

    Saran mas gimana ya? Thanks sharingnya, saya follow ah blognya 🙂

    1. Halo mas Riant, salam kenal ya:)

      Saya baca di blog mas, udah ada keluarga kecil ya, kalau gitu tanggung jawabnya jadi makin besar ya.

      Kalau saya pribadi, harus ada minimum income yg konstan untuk menutup biaya bulanan. Kalau untuk mas udah ada pekerjaan tetap dengan gaji bulanan yang stabil kan? jangan buru buru dilepas dulu mas, kadang passion dan kerja keras doang gak cukup dan pertaruhannya terlalu besar kalau mas mau stop jadi karyawan sekarang ini.

      Internet marketing/ affiliate gitu ok kok, bisa dilakukan sehari 1-2 jam aja kan? cari waktu setelah anak istri tidur aja mas, dan jangan bergadang terus menerus, imo kesehatan sering kali dilupakan saat kita masih sehat. Jangan terlalu diforsir secara waktu dan biaya, anggap aja ini bisnis yg bisa ditumbuhkan secara organik:)

      Poin saya adalah gak semua orang cocok jadi wiraswasta/freelancer/ karyawan. Harus kembali ke kondisi masing masing:)

      Ditunggu diskusi selanjutnya ya:)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *