Hidup di apartemen.

Karena adik ipar saya menikah, akhir pekan lalu selama 3 hari saya menggeser habitat saya, dari rumah di BSD ke apartemen di Gajahmada dan Tanjung Duren. Semuanya di Jakarta Barat.

Sebelumnya saya selalu berpendapat bahwa saya tidak suka tinggal di apartemen, dan ternyata itu mendapatkan pembenarannya di akhir pekan kemarin:)

Yang saya tidak suka dari tinggal di apartemen:

  • Parkir mobilnya susah. Bisa karena jumlah spot parkir tidak sebanding dengan jumlah mobil, atau sebanding tapi cari spot parkirnya tetap susah. Susahnya cari parkir ini membuat saya merasa terkungkung, malas keluar karena takut tidak kebagian spot parkir. Setahu saya masih jarang (atau malah belum ada) apartemen di Jakarta yang menyediakan spot parkir dengan rasio 1:1, biasanya jumlah unit/kamar lebih banyak daripada spot parkir tersedia.
  • Menunggu lift. Jika pada akhir pekan saja saya sedikit kesal karena harus menunggu lift untuk naik turun, bagaimana di hari dan jam kerja? Memang terlihat sepele, tapi berapa kali dalam sehari kita harus naik turun lift? What a waste of time.
  • Harga air dan listrik yang tergantung pada pengelola, bukan PLN dan PDAM. Jadi kalau pengelola secara sepihak menaikan tarif air dan listrik, mau tidak mau kita hanya bisa menurut. Kalaupun para penghuni apartemen kompak menentang kenaikan harga, mereka akan selalu berada di pihak yang kalah. Semua sudah ada dalam perjanjian awal.

Saya tidak membahas faktor lain seperti tetangga atau satpam yang brengsek karena hal-hal itu belum tentu terjadi:)

Jika anda tinggal di apartemen, apa yang anda tidak suka dari habitat anda?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *