Egois di hari Natal.

IMG_20151225_070927

Tgl 25 Desember kemarin saya bela-belain bangun pagi supaya kebagian bubur Gudeg SongDjie Bu Atmo di daerah Godean Jogja. 1 porsi bubur plus ayam mentok, telur, tahu dan tempe sudah berhasil diamankan sembari saya makan gudeg rempelo ati.

Saat hendak membayar, ternyata bungkusan orderan saya tanpa sengaja terambil oleh orang lain, entah siapa. Karena merasa bersalah, si mbak yang melayani pesenanku akhirnya memutuskan untuk memberikan porsi bubur terakhir mereka ke aku, sebagai pengganti.

Ndilalah bubur terakhir itu ternyata sudah diincer ama mbak pembeli lain dan sepertinya mbak itu ngidam banget makan bubur sampai dia bilang” dikoret koretin masih ada gak mbak buburnya?”

Ya sudah, karena Tuhan mengajarkan kita untuk berbagi akhirnya saya merelakan bubur itu ke mbak yang ngidam tadi. Toh saya masih bisa ke Jogja kapan-kapan lagi:)

Saya merasa senang saat mendengar mbak yang ngidam tadi mengucapkan ” Terima kasih ya mas”. Saya juga merasa senang saat mbak penjual berkata ” Untung bapaknya baik ya”

Well I guess there’s no unselfish good deeds?

Apakah tidak ada perbuatan baik tanpa pamrih?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *