Jalan sepi.

Saat kita kecil, kita akan mengadukan masalah kita kepada orang tua. Saat kita beranjak dewasa, persoalan akan selesai dengan bantuan teman-teman sebaya kita. Saat kita memasuki dunia kerja, atasan atau rekan sekerja bisa menjadi tempat kita bertanya.

Saat kita memutuskan untuk berwirausaha, pada siapa kita akan mengadu dan berkeluh kesah?

Tuhan dan keluarga.

Lakukan semua yang terbaik yang anda bisa, biarkan tangan Tuhan bekerja untuk hal lainnya. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Dan keluarga akan selalu mencintai kita apapun hasil kerja kita.

Liburan kemarin.

Kami sekeluarga ke Cirebon, Pekalongan, Salatiga dan Solo. Ini ada beberapa gambar yang sempat saya ambil:)

Untuk kualitas hidup yang lebih baik.

12 Juli 2013 lalu kami sekeluarga pindah ke BSD City, Tangerang Selatan. Bukan keputusan yang mudah untuk kami yang selama ini hidup di Jakarta. Ada beberapa hal yang sempat membikin kami sedikit cemas sebelum pindah ke BSD, misalnya:

  • BSD itu (rasanya) jauh dari Jakarta Barat, dimana semua keluarga dan saudara kami tinggal. Membutuhkan waktu sekitar 90-120 menit untuk berkendara dari BSD sampai Bandengan.
  • Adakah sekolah yang bagus disana untuk Liam sekolah?
  • Jika masih berkantor di Kuningan, bolak balik BSD – Jakarta tiap hari tentu akan sangat melelahkan fisik dan mental, juga boros biaya bensin dan tol.
  • Akankah kami cocok dengan dengan tempat makan di BSD? Apakah banyak tempat makan enak di BSD karena di Jakarta banyak sekali tempat makanan enak.
  • Adakah mal yang bagus di seputaran Serpong? Sekian lama hidup di Jakarta, mal telah menjadi tempat suci untuk didatangi tiap akhir pekan. Selalu saja ada alasan untuk ke mal.

Setelah 15 bulan tinggal di BSD, pupus semua kecemasan kami tersebut.

Pindah ke BSD adalah salah satu keputusan terbaik dalam kehidupan keluarga kami. Mau tahu kenapa?

  • BSD tidak sejauh yang kami bayangkan sebelumnya, apalagi setelah dibukanya tol JORR 2, Serpong – Bandengan terasa dekat. Ke bandara Soekarno – Hatta pun jadi semakin dekat. Akses transportasi umum juga sudah dipikirkan dengan baik oleh pengembang. Ada 3 stasiun KRL di seputaran Serpong yang melintasi banyak titik di Jakarta. Dengan Rp 3.000 anda sudah bisa sampai Sudirman, Ada juga bus Feeder BSD yang berangkat tiap 30 menit (pagi hari) menuju Mangga Dua, Pasar Baru dan Ratu Plaza dengan tarif Rp 14.000.
  • Tidak ada macet dan banjir di BSD, sangat melegakan saat berkendara.
  • Banyak sekolah dan kampus bagus di BSD, tidak perlu pergi kuliah sampai Jakarta
  • Banyak rumah sakit bertaraf internasional di BSD dan sekitaran Serpong lainnya.
  • Ada Pasar Modern BSD, pasarnya lengkap, bersih dan kering.
  • Banyak tempat makan enak, dari nasi kucing sampai steak hotel.
  • Ada jalan tembus ke Gading Serpong dan Supermal Karawaci, ke Alam Sutera pun hanya 10-15 menit. Ada 4 mal di 3 area tersebut, plus ada IKEA🙂 Ada juga mal Bintaro Exchange diujung exit tol Pondok Aren.
  • Ada AEON mal yang akan beroperasi bulan April 2015 dan juga Indonesia International Expo yang akan beroperasi akhir Januari 2015 dengan konser Michael Buble sebagai konser perdananya. Sepertinya semua konser dan pameran, terutama dibawah Dyandra, akan dipindahkan ke BSD sini. Awesome.
  • Ada 2 taman kota di BSD, jadi tidak hanya pergi ke mal tiap akhir pekan.

Menurut saya BSD sudah bisa dibilang sebagai kota mandiri. Semuanya ada disini. Tentu masih ada area yang bisa diperbaiki seperti belum meratanya jaringan internet terutama untuk kawasan BSD baru ( The Icon, Foresta, Avani, De Park) Tapi saya yakin ini hanya masalah waktu saja:)

Pindah ke BSD City menjadikan kualitas hidup kami lebih baik. Tidak ada masalah macet dan banjir yang selama ini mendera saya sebagai warga DKI Jakarta.

 

Tentang anak kedua.

IMG_1493

Bulan Juli ini Liam akan berusia 6 tahun. Sejak dia berusia 3 tahun, sudah ada beberapa teman yang menyarankan untuk kami tambah momongan. Sejauh ini hanya sambil lalu saja kami menanggapinya sampai akhirnya saya memutuskan untuk menulis kenapa Liam belum punya adik.

  • Kenapa? Apa alasan utama Liam harus punya adik? Apakah hidup dia akan menjadi lebih baik jika dia mempunyai adik? Apakah jika punya adik kehidupan keluarga kami akan lebih baik? Kalau untuk masalah kesepian, sepertinya Liam tidak mengalaminya. Kami selalu ada dirumah untuk dia, anak tetangga yang seumuran dia juga lumayan banyak di komplek kami dan tiap sore mereka selalu bermain bersama.
  • Mahal. Biaya pendidikan anak makin lama makin mahal. Kami tentu tidak akan rela jika Liam ( atau adiknya) tidak bisa bersekolah di sekolah yang bagus hanya karena dana kami kurang. Kebanyakan sekolah bagus itu mahal, dana pendidikan harus dipersiapkan secermat dan sedini mungkin. Kami juga harus merenovasi rumah atau bahkan pindah ke rumah yang lebih besar jika kami memiliki lebih dari 1 anak. Pengeluaran ini sedikit banyak tentu mengganggu pos dana yang lain.
  • Repot. Semua tentu setuju bahwa punya bayi itu adalah hal yang sangat merepotkan. Mungkin menyenangkan, tapi tetap saja merepotkan kan? Harus ini harus itu, gak boleh ini gak boleh itu dan hal hal lainnya yang merepotkan. Sekarang kami sudah melewati sebagian besar kerepotan itu, dan kami merasa enggan jika harus memulainya lagi:)

Sementara ini kami belum kepikiran untuk mempunyai anak ke dua. Jika nantinya Tuhan memberikan kami kepercayaan lagi, tentu kami akan menerima dengan senang hati.

Bagaimana dengan anda, apakah 1 anak aja cukup?

A noble change.

Hari ini adalah hari pertama Mimi menjadi stay at home mom setelah 11 tahun berkarir. Bukan keputusan yang mudah, bukan juga keputusan yang dipaksakan. We want Liam to have a good start in life by having his mom around, and for Mimi becoming stay at home mom is the next logical choice.

Thanks wifey, you made this lot easier for me and Liam.