Bye Path.

Posted by on August 7, 2014

bp1

Akhirnya saya menghapus akun Path saya. Kenapa? 

  • Menurut saya tidak ada yang istimewa tentang Path. Saya sempat berharap seiring waktu akan ada terobosan fitur di Path yang akan bisa saya cintai tapi saya salah. Filter foto, stiker dan Path Talk tidak berhasil membuat saya mencintai Path. I also think that Path is dying.
  • Path lambat. Dengan pengguna yang belum sebesar Facebook atau Twitter harusnya akses Path bisa lebih cepat atau minimal sama dengan 2 nama yang saya sebut sebelumnya. Lagi-lagi saya salah. Mungkin karena Path terlalu berfokus pada keindahan desain aplikasi mereka, mereka jadi melupakan infrastruktur  teknologi yang juga penting untuk aplikasi mereka.
  • Path seperti kota mati, tidak banyak teman saya yang aktif di Path.
  • Saya tidak bisa memfilter postingan yang muncul di timeline saya.
  • Saya tidak bisa lepas dari kebrutalan tagging di Path.
  • Saya berencana mengurangi waktu yang saya habiskan di media sosial. Setelah menghapus akun Path, untuk selanjutnya mungkin saya akan menghapus akun Instagram.

Saya juga ingin menghibur Dave Morin dengan mengatakan kalau kualitas filter-filter foto Path bagus:)

Untuk anda yang masih memainkan Path, apa alasan anda?

 

This article has 7 comments

  1. Pingback: Setahun tanpa Path. | kalipengging

  2. AMYunus Reply

    Masih main path karena baru tersedia di Windows Phone. Haha. Tapi baru-baru ini saya merasa bosan karena sudah mirip facebook. Twitter sih yang masih paling asyik ketimbang fb, ig, dan path.

  3. Sheilla Reply

    Sama kayak Fikri, Path gw udah setahun lebih idle, tapi masih sayang2 buat dihapus. Yang bikin gw nggak cocok sama Path karena mereka batasin quota temen kita (masih nggak sih?), akhirnya kalo mau tambah teman dalam friendlist, kita harus putar otak + tega mutusin siapa yang mau kita hapus.

    Belakangan gw malah aktif di Facebook, socmed yang dulu sempet gw tinggalkan.

    Instagram sayang kalau dihapus, kalo rajin foto2 bisa dipake buat marketing tool (maklum otak dagang…)

  4. Fikri Rasyid Reply

    Saya sih belum dihapus Pak, cuman lagi ‘idle’ saja. Saya sudah tidak pernah mengupdate Path, cuman kadang-kadang scroll timeline saja kalau benar-benar bosan.

    Kalau Facebook sih hanya sekedar re-share saja karena kadang-kadang ada yang bagus setelah timeline-nya ‘dirapihkan’.

    Instagram tidak akan saya hapus dalam waktu dekat karena masih merupakan cara yang paling mudah untuk mem-posting foto. Terlebih lagi, saya menghubungkan akun saya ke fikrirasyid.com jadi semua foto saya di Instagram sudah ter-import + foto yang akan datang akan masuk ke blog saya. (Made a plugin for that, search saja plugin “WP-IG” di dashboard > plugins > add plugin)

    Twitter, terkadang masih dibutuhkan.

    Sekarang sih kalau ada gagasan / ide / opini yang ingin ditulis, sebisa mungkin tulis di blog saja 😀

    1. Agus Reply

      Aku udah ga semuda dan seenergik kamu fik, pinginnya hidup yang lebih santai aja:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *