Beli rumah.

Dulu beli rumah itu rasanya seperti angan angan buat saya. Harganya mahal dan saya tidak tahu bagaimana cara mendapatkan uangnya. Ternyata jawaban buat saya simple,
investasi dan mengerem pengeluaran. Jadi sejak tahun 2008 saya berinvestasi rutin di reksadana saham. Tahun 2008 itu harga NAB reksadana sedang jatuh, IHSG sempat di level 1.111 ( April 2013 ini 4900). Saya juga sangat mengerem pengeluaran. Liburan keluar negri dan mobil bukan prioritas saya waktu itu. Mobil biayanya besar dan tiap tahun harganya menyusut. Naik motor, Transjakarta dan taksi (jika bersama keluarga) adalah moda transportasi yang saya pakai. Tahun 2009 IHSG naik 86% dan return investasi saya naik lumayan tinggi. Tahun 2010 saya cairkan semuanya untuk pembayaran DP rumah, untungnya cukup:)

Berasa puas karena saya tidak sepeserpun meminta uang dari orang tua. Saya benar benar memulai dari nol karena ditahun 2007 saya bisa dibilang bangkrut. Bisnis pertama saya gagal dan saya harus merelakan mobil Honda Jazz ditarik leasing. Tabungan habis dan hutang kartu kredit membumbung.

Kembali ke rumah. Pertama saya harus memutuskan mau tinggal didaerah mana. Sebenernya ingin tinggal di daerah Karet atau Menteng, apa daya uang tak mencukupi:). Akhirnya target dialihkan ke pinggiran Jakarta. Dari beberapa opsi lokasi seperti Karawaci, Bintaro dan Serpong, saya akhirnya memilih Serpong.
Alasannya?

  • Banyak sekolah bagus. Ada Santa Ursula, Binus, Pahoa,Sinar Mas World School,Santa Laurensia dan sepertinya masih banyak lagi sekolah bagus lainnya.
  • Infrastrukturnya sudah seperti kota kecil yang mapan. Air dan listrik sudah ok, jalan, rumah sakit dan mal sudah banyak. Perawatan infrastrukturnya pun tergolong bagus.
  • Banyak pilihan transport ke Jakarta. Kalau naik mobil sendiri bisa lewat tol ( Tol Bintaro atau Jakarta -Tangerang), kereta Commuterline atau naik shuttle bus.
  • Banyak teman yang tinggal di Serpong 🙂
  • Kenaikan nilai propertinya tergolong tinggi.

Setelah 2 bulan bolak balik cari rumah di Serpong, akhirnya kami memutuskan untuk beli di BSD. Lokasi rumah kami  dekat sekali dengan Stasiun Serpong dan Stasiun Cisauk dan juga dengan terminal bus BSD. Sempat tertarik dengan Alam Sutra karena dekat tol, cuma harga rumah barunya mulai dari 900 juta (2010) dan rumah second berkisar dari 500 juta (LT 90m) Sungguh diluar budget kami waktu itu.

Yang lucu adalah pertama kali saat mencari rumah di Serpong, BSD ini tidak masuk hitungan. Saya sempat mengunjungi cluster Nusaloka BSD di tahun 2003 dan kesan yang saya dapat waktu itu adalah komplek perumahan yang kuno dan sedikit ” berantakan”. Banyak pedagang, pengamen dan pengasong yang dengan gampangnya bisa lewat depan rumah. Saya merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut, makanya BSD City sempat tidak masuk pilihan perumahan:) Kenapa akhirnya kami memilih BSD akan diceritakan di post lainnya.

Hal yang harus diurus setelah menemukan rumah yang cocok adalah pembiayaan. Kami mengambil KPR dari BCA karena proses pembayaran angsuran yang autodebet, bunga masuk akal (8.5% untuk 5 tahun) dan mereka juga menjadi benchmark KPR bagi bank lain (mereka tidak akan sembarangan menaikan bunga KPR). Selain BCA, kami juga mendapatkan penawaran dari Mandiri, Permata dan BII.

Dibandingkan dengan beli rumah second, proses KPR jadi lebih mudah dan singkat jika kita mengambil rumah baru dari pengembang. Kita cukup menyerahkan dokumen pengajuan KPR ke pengembang yang akan mengajukan ke bank-bank rekanan mereka. Dalam 3 hari kerja aplikasi kami disetujui. Sangat praktis dan cepat. Untuk pembayaran pertama adalah DP KPR 20% dari harga rumah plus biaya notaris. Untuk KPR ini bisa joint income suami istri, jadi plafon pinjaman kita bisa lebih besar.

Setelah urusan DP dan cicilan sudah mulai jalan, pengeluaran belum berhenti lho. Masih ada pengeluaran untuk renovasi dan isi rumah. Beli rumah adalah salah satu keputusan finansial terbesar saya, dan saya merasa beruntung karena sudah bisa menyediakan tempat berteduh untuk keluarga kecil kami.

2 thoughts on “Beli rumah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *