AEON Mal BSD.

Posted by on June 23, 2015

aeonAEON Mal BSD sudah beroperasi hampir sebulan dan mal tersebut berhasil mengubah daerah tanah merah yang tadinya sepi menjadi pusat peradaban baru. Mal ini sudah dinantikan warga BSD yang selama ini harus jauh-jauh ke Gading Serpong atau Alam Sutera hanya untuk merasakan suasana mal.

Ada beberapa cerita saya tentang mal ini dan postingan ini akan terus saya update jika ada info yang layak dibagikan:)

  • Saya mengisi survey tentang AEON mal BSD ini dengan insentif voucher Giant Rp 400.000. Lumayan kan? Surveynya standar tapi cukup detil, misalnya tenant apa yang paling saya inginkan untuk ada di AEON serta apa pandangan saya tentang mal-mal yang ada di sekitaran AEON. Jawaban saya juga standar (tapi jujur), saya ingin banyak tempat makanan dan bioskop. Terkabul:)
  • Pembangunan mal ini tidak sampai 2 tahun, termasuk cepat atau lambat ya? Saya ingat di tahun 2014 anak saya Liam selalu menanyakan kapan mal baru ini akan jadi tiap kali kami melewatinya.
  • Mal ini mengakibatkan rute berkendara saya agak berubah. Jadi setiap akhir pekan kami selalu menghindari rute yang melewati AEON, terutama jika kami akan keluar ke arah Giant. Untuk rute keluar ke arah Gading Serpong, masih belum terlalu macet. Sepertinya pengaturan arus dan parkir di Aeon masih berusaha mencari rute paling efisien dan efektif selama seminggu ini. ¬†Bundaran air mancur BSD di dekat gedung CRC BSD sepertinya dibongkar juga untuk alasan ini, agar arus masuk ke AEON mal tidak hanya lewat perempatan Giant.
  • Di hari pertama ( Grand Opening) buka saya datang pukul 11 siang. Parkiran sudah lumayan padat, tapi untungnya (atau buntungnya) saya masih dapat parkir di lantai 5. Grand opening ini bisa dibilang sukses dari jumlah pengunjung. Parkiran mal juga tidak sanggup menampung banyaknya kendaraan yang hendak parkir, akhirnya jalan raya jadi tempat parkir dadakan. Tetangga saya yang parkir di lantai 5 membutuhkan waktu sampai 2 jam untuk keluar dari gedung parkir, sedangkan saya memutuskan untuk menunggu sampai parkiran agak sepi. Akhirnya saya pulang jam 23.30 malam.
  • Akhirnya area BSD baru ini ada kehidupan setelah matahari terbenam. yang tadinya jam 6 sore keatas udah sepi kayak kuburan sekarang seperti mendapat tambahan beberapa jam keramaian. Beberapa kali saya pergi ke AEON diatas jam 8 malam, untuk sekedar berkeliling saja karena bosan di rumah:)
  • Mal ini tidak terlalu besar, tidak terlalu high end dan tidak terlalu murahan juga. Benar-benar pas dengan profil pengunjung yang biasanya penghuni sekitar. Banyak pilihan tempat makan, banyak spot permainan untuk anak, juga ada bioskop, toko buku dan supermarket.
  • Goodbye Summarecon Mal Serpong, Mal Living World dan Mal Alam Sutera, you guys are too far from my home.

Anda punya cerita tentang mal ini?

This article has 2 comments

  1. anita Reply

    bahkan setelah lewat 2 bulan AEON masih aja super rame. saya sendiri hanya ke aeon di weekdays, gak niat nyoba masuk pas weekend karena kemacetan selalu hampir mencapai lampu merah giant. (ini mungkin lebih dr 4 km ya ke aeon).
    Hari ini (ini weekday loh) pun AEON masih sangat amat ramai. kemacetan mulai dari lampu merah froggy. Dan suasana pun mirip “pasar”, di mana menurut saya jadi kurang nyaman untuk lunch break.
    Believe it or not, ternyata dengan dibukanya aeon ini, mall2 lain memang jd lebih sepi, seperti SMS, Living world dan Mall @ alam sutra. Dan saya memilih untuk ke mall2 itu saja saat weekend karena lebih nyaman.

  2. Oky Reply

    Bener Pak Agus… harapan saya juga terpenuhi… banyak tempat makan, ada bioskop, ada toko mainan dan tempat bermain anak – anak hehehe… kalau mau ke mall sekarang tinggal ngesot aja wkwkkwwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *