Hidup (lebih) sehat.

Kesehatan adalah isu yang bagi saya lumayan penting di tahun 2017 ini.  Mungkin saya paranoid karena adik saya kena serangan jantung pada umur 37 dan sekarang sudah ada dua ring di jantung dia.

Saya memutuskan untuk hidup sehat dan mulai memilah dan memilih makanan dan minuman yang akan saya konsumsi. Saya juga mulai melihat video di Youtube yang membahas kesehatan, sampai akhirnya saya dengan sengaja menemui dokter ahli gizi (dr Tan Shot Yen) yang lokasi prakteknya tidak jauh dari rumah.

Dan malam ini, tanpa sengaja saya melihat film dokumentari di Netflix yang berjudul What The Health. Dokumentari ini sangat saya rekomendasikan untuk anda yang menaruh perhatian lebih pada kesehatan pribadi dan keluarga. Saya tidak menganjurkan untuk anda percaya 100% akan apa yang disajikan di film ini, tapi saya juga berharap anda tidak langsung bersikap defensif terhadap film ini (karena ada sisi komersil dari film ini). Carilah informasi tambahan dari sumber lain yang bisa melengkapi pemahaman anda akan makanan yang sehat.

Ada beberapa poin “menarik” yang disampaikan di film dokumentari ini. jika anda penasaran anda tinggal mencari filmnya di Netflix.

  • WHO melaporkan bacon dan sosis bisa menyebabkan kanker.
  • Diabetes tidak disebabkan oleh konsumsi karbohidrat dan gula yang tinggi.
  • Sekali makan (dalam sehari) daging yang diproses seperti sosis, ham, bacon, meningkatkan resiko diabtes sebanyak 51%.
  • Kontributor utama sodium dalam tubuh adalah ayam ( ini sepertinya ayam negri/boiler. Ayam yang dipelihara memang untuk dijadikan konsumsi. Biasanya mereka hanya berumur 2-3 bulan dan disuntik hormon setiap hari)
  • Ayam adalah sumber kolesterol utama saat orang Amerika berdiet.
  • Makan 1 butir telur tiap hari sama jeleknya dengan menghisap 5 batang rokok.
  • Susu dan produk turunannya adalah sumber nomer satu lemak jenuh.
  • Ikan juga mengandung kolesterol ( plus merkuri, lemak jenuh dan limbah kimia)
  • Ada hubungan yang kuat antara produk susu dan penyakit autoimun (tubuh menyerang diri sendiri)
  • Kebanyakan penduduk dunia tidak cocok mengkonsumsi laktosa dalam susu.
  • Susu tidak membentuk tulang yang kuat.
  • Negara dengan tingkat konsumsi susu (dan produk turunannya) tertinggi adalah negara dengan tingkat osteoporosis tertinggi (sepertinya beberapa negara Eropa)
  • Susu terhubung dengan beberapa tipe kanker.
  • Kanker berhubungan dengan genetik? Hanya 5-10%.
  • Sedikitnya ada 450 obat yang digunakan di industri peternakan.
  • Kebanyakan institusi kesehatan di Amerika disponsori oleh perusahaan yang seharusnya mereka awasi.
  • Semua protein berawal dari tumbuhan.
  • Bukan protein, tapi kebanyakan dari kita kekurangan fiber ( yang bisa didapatkan dari sayuran)
  • Makanan yang kita makan menentukan jenis bakteri dalam perut kita.
  • Mahluk hidup lainnya yang paling mirip manusia adalah simpanse. Mereka mendapatkan 97% protein mereka dari tanaman.
  • Kebanyakan dokter di Amerika kurang memahami kandungan gizi dalam tiap makanan. Dan mereka menolak saat diharuskan untuk mengikuti training tentang gizi.
  • Sekolah kedokteran tidak mengajarkan kekuatan makanan.
  • 1 dari 3 tiga pemakan daging berpeluang terkena diabetes.
  • 1 dari 2 pemakan daging berpeluang terkena kanker (pria), atau 1 dari 3 untuk wanita.
  • Tidak ada penelitian yang menunjukan bahwa mengurangi makan telur atau daging akan mengurangi serangan jantung.
  • Tidak ada protein dari hewan yang tidak bisa didapat dari sumber lain yang lebih sehat.

Sebenarnya masih ada beberapa yang belum saya tulis, saya sarankan anda melihat langsung film dokumentarinya di Netflix.

Apa reaksi anda setelah membaca postingan ini?

Pengalaman membuat paspor anak di Serpong.

Ini adalah pengalaman saya saat  mengurus perpanjangan paspor anak saya di kantor Unit Layanan Paspor Serpong di Komplek Ruko Golden Boulevard BSD. Silakan perhatikan setiap detil informasi yang saya tulis agar anda tidak harus bolak-balik ke kantor imigrasi karena anda lupa hal-hal kecil (tapi sangat penting) dalam proses pengurusan paspor ini.

Dokumen yang diperlukan untuk mengurus paspor anak dibawah umur:

  • Akte Lahir Anak yang asli dan yang telah difotokopi dalam ukuran A4 ( Jangan dipotong). Tolong diperhatikan bahwa ukuran A4 ini sangat penting dalam proses pengurusan paspor di kantor Imigrasi, dan celakanya ini tidak ditulis di website resmi Imigrasi.
  • KTP Orangtua ( Ayah dan Ibu) yang asli dan yang telah difotokopi dalam ukuran A4. KTP orang tua ini dijadikan dalam selembar fotokopi saja, jangan dipisah.
  • Kartu Keluarga yang asli dan yang telah difotokopi. Pastikan nama anak Anda sudah tercantum di KK dan juga KK tersebut sudah ditandatangani oleh kepala keluarga. Jika KK anda dan pasangan masih terpisah, bawa keduanya.
  • Akte Lahir Orangtua yang asli dan yang telah difotokopi dalam ukuran A4.
  • Buku / Akta Nikah Orangtua yang asli dan yang telah difotokopi di kertas A4.
  • Surat cerai dari pengadilan jika Orangtuanya telah berpisah secara resmi.
  • Paspor Orangtua yang asli (dan masih berlaku) dan yang telah difotokopi dalam ukuran A4. Jika paspor Orangtua sudah habis masa berlakunya, maka paspor tersebut harus diperbaharui terlebih dulu.
  • Paspor anak yang lama ( dan fotokopi dalam ukuran A4) jika anak anda sebelumnya sudah pernah memiliki paspor.
  • Materai Rp 6,000 yang akan dibubuhkan pada Surat Pernyataan Tertulis dari Orangtua.

Setelah semua syarat dilengkapi saya berangkat ke kantor ULP Serpong pada tanggal 14 April 2017. Saya tiba jam 5.30 pagi dan sudah mendapat nomer antrian 190, sedangkan jatah harian pembuatan paspor di ULP Serpong ini hanya 150 orang perharinya. Fuk.

Pertama sempat berpikir jangan-jangan ada permainan orang dalam untuk proses antrian ini. Masa datang jam 5 pagi sudah tidak dapat kuota pembuatan paspor. Tapi saya salah karena ternyata ada orangtua dari anak saya yang antri dari pukul 5 pagi dan dia mendapat nomer antrian 142. Dan menurut dia memang pagi itu situasinya lumayan banyak orang yang hendak membuat paspor sejak daftar antrian ditempel ditembok pada pukul 4 pagi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya lagi pada hari Senin subuh 17 April 2017.

Senin pagi 17 April pukul 3.30 saya sampai di Kantor ULP dan saya mendapat antrian nomer 9. Ternyata sudah ada orang yang datang dari jam 2 pagi dan ternyata pula daftar antrian akan ditempel pada pukul 05.30, bukan pukul 04.00 ( Kebijakan ini mulai berlaku per tanggal 17 April 2017)

Akhirnya saya dan beberapa orang yang sudah hadir ditempat membuat daftar antrian sementara untuk mencegah adanya kekacauan saat daftar antrian resmi kantornya ditempel pada pukul 05.30.

Saya rangkum beberapa poin yang harus anda perhatikan di bagian ini:

  • Kantor ULP Serpong hanya melayani 150 pemohon perharinya.
  • Daftar antrian resmi ditempel pada pukul 05.30.
  • Verfikasi data pemohon dilakukan mulai pukul 07.30. Jika saat nama anda dipanggil dan anda tidak ditempat, proses permohonan anda untuk hari itu akan dianggap gugur.
  • Siapkan pulpen dengan tinta hitam dan materai Rp 6.000
  • Tidak ada lagi jasa fotokopi dan jual materai di kantor ULP Serpong ini. Tapi ada tempat fotokopi dekat situ yang sudah buka sejak pagi.
  • 40 pendaftar pertama akan dipanggil terlebih dulu. Setelah itu baru pemohon prioritas ( Lansia diatas 70 tahun dan bayi dibawah 12 bulan)

Setelah semua berkas dicek di lantai 1, saya dan anak saya naik ke lantai 2 untuk proses interview dan pengambilan foto. Setelah saya perhatikan, lama rata-rata untuk proses ini adalah 10-15 menit per orang dengan 2 meja pelayanan. Penting untuk kalkulasi apakah anda akan menunggu hari itu juga atau balik lagi pada esok harinya. Setelah proses interview dan foto, saya mendapat surat untuk pembayaran paspor.

Beberapa poin penting di bagian ini:

  • Total biaya paspor adalah Rp 355,000.
  • Biaya tersebut bisa dibayarkan di 34 cabang bank ( saya lupa apa saja, tapi kayaknya hampir semua bank bisa) jadi sekarang tidak hanya BNI.
  • Kode pembayaran bisa langsung aktif, tidak perlu menunggu sampai jam 1 atau 2 siang seperti tahun lalu.
  • Proses pembuatan paspor adalah 3 hari sejak pembayaran.

Proses pembuatan paspor sekarang sudah sangat gampang, asalkan semua dokumen terpenuhi dan rajin bangun pagi. Mengurus paspor sendiri juga bisa menambah kecintaan kita terhadap negara ini, disamping tentunya lebih irit juga.

Konon kalau pakai jasa calo bisa mencapai Rp 900,000 per paspornya:)