Libur Lebaran 2016.

Libur Lebaran tahun ini saya dan keluarga pulang ke rumah orang tua di Pekalongan selama 12 hari. Tidak banyak yang dilakukan di kampung halaman selain makan dan bekerja membantu bisnis orang tua yang selalu ramai menjelang Lebaran.

Selama 12 hari itu saya merasa lebih dekat dengan orang tua saya karena banyaknya percakapan yang kami lakukan. Beragam topik ngalor ngidul kami bicarakan, mulai dari macet arus mudik, bisnis, makanan enak, gosip saudara dan lain-lain.

Bagi saya kesempatan ngobrol dengan orang tua ini lebih berharga dan menarik dibandingkan saya pergi melancong ke tempat-tempat wisata lainnya. Momen kita dengan orang tua tidak akan pernah bisa terulang. Harus dimanfatkan sebaik-baiknya.

Lewat tulisan ini pula saya ingin meminta pengertian kepada istri dan anak saya agar mereka tidak bosan karena kami (akan) selalu pulang ke Pekalongan setiap ada liburan:)

 

Singapura.

Hanya ada satu alasan utama kenapa akhir minggu lalu saya dan istri ke Singapura :

Sepatu size 13 yang murah.

Yup, di Jakarta sangat susah mencari sepatu (dan sandal) yang muat di kaki saya terlebih jika saya mau yang murah. Saya juga menghindari untuk membeli sepatu di toko online, kurang sreg.

Ada 2 tempat andalan yang saya kunjungi, IMM di daerah Jurong dan Changi City Point di daerah Changi. Kedua mal ini merupakan outlet mall yang lumayan lengkap koleksi sepatu larinya, dari outlet Nike, Asic, New Balance, Puma, Clarks, Crocs, Sketchers sampai Onitsuka Tiger. Harga di kedua mal ini murah karena ada banyak sepatu yang modelnya sudah lama, biasanya model tahun sebelumnya. Jika anda tipe orang yang tidak mementingkan faktor kekinian dalam memilih sepatu lari, 2 mal outlet ini adalah pilihan yang bijaksana.

Mungkin anda penasaran seberapa murah sih kedua tempat itu?

lunar-3-multi-id-5

Sepatu Nike FlyKnit Lunar 3 ini harga awalnya S$249

Harga setelah diskon S$99

Lumayan?

Netflix atau Hooq? (Updated)

Sekarang sudah bukan jamannya lagi membeli DVD ataupun download Torrent. Sekarang adalah jamannya berlangganan akses menonton film. Sejauh ini ada 2 aplikasi streaming movie yang terpasang di hape saya, Netflix dan Hooq. Walaupun bagi saya Netflix masih menjadi pilihan utama, ada juga beberapa selling point dari Hooq yang saya suka.

Kenapa Netflix?

  1. Jarang /hampir tidak pernah freeze. Hooq masih sering terlalu freeze.
  2. Kualitas content masih lebih Netflix, terutama untuk Netflix original productions ( Seperti Narcos, Orange is The New Black, Master of Noone dll). Kualitas mereka bagus sekali.
  3. Better subtitle. Walaupun subtitle Netflix masih semuanya berbahasa Inggris, tapi sangat akurat, dan sangat membantu untuk mengasah lagi kemampuan berbahasa Inggris saya yang sudah mulai berkarat.

Kenapa Hooq?

  1. Bisa offline mode, jadi kita bisa simpan sampai maksimal 5 film di hape kita. Itu bisa kita buka tanpa harus ada akses internet.
  2. Ada beberapa film Indonesia, jaman sekarang dan jaman dulu. Walaupun tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah untuk mengobati kangen pada artis seperti Benyamin, Warkop DKI dan Eva Arnaz:)
  3. Biaya berlangganan Hooq (Rp 49.000) perbulan jauh lebih murah daripada Neflix (Rp 139.000)

Anda punya pilihan lain yang bisa saya coba?

 

Update:

Per 20 Juni 2016 saya memutuskan untuk mencoba Iflix dan berhenti berlangganan Netflix. Alasan utamanya adalah karena harga yang jauh lebih murah dari Netflix ( Rp 39.000 berbanding Rp 139.00) dan juga banyak film/serial yang saya suka di Iflix dan tidak tersedia di Netflix)

 

Pengalaman dengan LG Service Center.

Hari Sabtu kemarin saya mengunjungi LG Service Center yang berada di Panglima Polim, Jakarta Selatan untuk memperbaiki tombol power dari Nexus 5 saya. Jika anda naik KRL, stasiun terdekat adalah Stasiun Kebayoran. Dari situ anda bisa naik Gojek yang biayanya sekitar Rp 12.000.

Saya tiba sekitar pukur 09.30, pengunjung sudah ramai sekali dan saya mendapat antrian nomer 5 dari cycle ke 2. LG Service Center membagi cycle pelanggan per 30 orang, setelah nomer 30 selesai, giliran nomer 1 dari cycle berikutnya yang akan dipanggil. Sepertinya hari Sabtu adalah hari favorit orang untuk membawa barang mereka ke service center, pastikan anda datang sepagi mungkin:)

Ada beberapa tips yang hendak saya bagikan disini:

  • Hari Sabtu adalah hari yang biasanya ramai pelanggan, jadi mekanik tidak akan melakukan service yang melibatkan solder. Kebanyakan hanya menangani firmware.
  • Mereka juga tidak melayani pembelian part pada hari Sabtu, hanya Senin – Jumat.
  • Jika anda hendak menanyakan persediaan suku cadang, anda bisa bertanya ke petugas bagian part yang bertugas disana. Jika barang yang anda tanyakan tidak ada, anda bisa melakukan double check ke mekaniknya langsung. Biasanya ada beberapa fast moving parts yang diambil langsung oleh petugas service dan menyebabkan data ketersediaan barang antara petugas part dan mekanik itu tidak sinkron. Jadi selalu double check lah dengan mekaniknya langsung.
  • Jika sudah terlalu banyak pengunjung, biasanya service ditutup 1 jam lebih awal.

Saya sendiri kemarin lumayan beruntung karena mekaniknya mau mengganti tombol power Nexus saya. Mungkin karena saya berasal dari luar provinsi:)

Mediplus yang (makin) mengecewakan.

mediplus-logo

Saya tidak habis pikir kenapa asuransi kesehatan yang dulu saya puja-puji di postingan ini bisa berubah menjadi sangat menyebalkan. Apakah ada kebijakan internal perusahaan yang menyebabkan ini terjadi? Atau hal ini memang sudah sesuai prosedur mereka dari dulu?

Kecewa pertama.

Tanggal 15 Juni 2015 saya mengantar Liam anak saya untuk periksa dokter karena batuk yang tak kunjung sembuh. Tidak ada masalah dengan dokter spesialis anak dan klaim obatnya. Masalah timbul saat istri saya mengajak Liam untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit tentang bekas luka di dagu Liam. Dari awal kami sudah memberitahukan kepada petugas Mediplus yang berjaga di RS Bethsaida, saya menanyakan apakah bisa kami berkonsultasi dengan dokter kulit rekanan Mediplus di RS Bethsaida mumpung kami masih disana. Petugas mengiyakan dan membuat surat rujukan ke dokter kulit rekanan tersebut. Setelah menunggu dokter hampir 1 jam, akhirnya bekas luka di dagu Liam diperiksa oleh dokter dan beliau mengoleskan salep anestesi karena sekitar satu jam sesudahnya bekas luka itu harus dibersihkan.

Saat satu jam hampir berakhir ketika petugas Mediplus tersebut datang dan mengatakan kalau perawatan dagu Liam ini tidak dicover karena ini termasuk tindakan kosmetik (untuk alasan keindahan)

Karena jengkelnya saya terhadap pemberitahuan yang sangat terlambat ini, saya langsung menghentikan sang dokter spesialis sebelum bertindak lebih jauh serta mengajak istri dan anak saya untuk langsung pulang. Petugas Mediplus yang ada disana tidak mengatakan apa-apa.

Imbas dari peristiwa ini adalah nama anak saya di blok oleh RS Bethsaida karena saya dianggap belum membayar tagihan. Hal ini baru saya ketahui pada tanggal 1 Maret 2016 kemarin. Setelah saya cek lagi tagihan yang dikeluarkan oleh RS, ada tagihan biaya salep dan jasa dokter spesialis. Membayar biaya salep bukan masalah bagi saya, yang saya tidak terima adalah kenapa saya harus membayar jasa konsultasi dokter spesialisnya. Bukankah petugas Mediplus sudah menyetujui tindakan kami yang akan membawa Liam ke dokter kulit? Bahkan kami sempat juga memperlihatkan bekas luka Liam ke petugas Mediplus tersebut.

mp1aHal penting yang harus anda ketahui adalah walaupun anda sudah direkomendasikan oleh dokter umum untuk berkonsultasi ke dokter spesialis rekanan Mediplus, jasa konsultasi itu tidak akan di tanggung jika tindakan selanjutnya dari dokter spesialis tersebut tidak ditanggung oleh Mediplus. Apakah hal ini ada dalam polis atau website mediplus.co.id? Tidak ada. 

Hal ini bisa dicek di polis mereka

Kecewa kedua.

Belum lama ini saya berkunjung ke RS Siloam mengantar anak saya yang sedang batuk. Ada dokter yang ingin kami kunjungi karena kami belum pernah dan kebetulan jadwal dokter itu cocok dengan waktu kami. Sesampainya disana kami tidak bisa berkonsultasi dengan dokter tersebut karena dokter tersebut membatasi pasien Mediplus.

Saya lumayan kaget dan saya bertanya ke petugas Mediplus apakah memang ada sistem kuota pasien Mediplus untuk dokter rekanan. Petugas Mediplus mengatakan hanya dokter rekanan tertentu saja yang membatasi kuota pasien.

Saya kok susah untuk percaya ya.

Kecewa ketiga.

Setelah bertemu dengan dokter anak lainnya ( pada sore harinya), akhirnya anak saya diminta untuk cek urine di lab. Proses ini berjalan lancar, menunggu 1 jam bagi kami tidak masalah. Yang jadi masalah adalah saat dokter meminta anak kami untuk USG, bagian radiologi menjadwalkan kami untuk USG pada besok malamnya. Sepertinya karena kuota radiologi untuk pasien Mediplus sudah habis untuk hari itu. What the fuck?

Kami sudah hampir seharian di rumah sakit, dan mereka mengharapkan kami untuk datang lagi keesokan harinya. Setelah sedikit berdebat akhirnya bagian Radiologi bersedia untuk melakukan USG pada hari itu juga. Hasilnya keluar 3 jam kemudian. Again, what the fuck?

Yang saya rasakah adalah saat ini Mediplus mengalami penurunan kualitas eksekusi dan produk.

Pesan saya untuk Mediplus, jangan mengubah (mengurangi) produk yang sudah OK karena kalian misalnya mengalami kerugian di tahun sebelumnya. Jangan berikan kami alasan untuk berhenti berlangganan Mediplus.